Tepus, Gunungkidul – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Mekarsari Tepus LKD menyelenggarakan Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2025 pada Selasa, 28 Januari 2026, bertempat di Pendopo Kapanewon Tepus.
MAK
LPJ dilaksanakan sebagai forum akuntabilitas publik dan evaluasi kinerja
pengelolaan BUMDesma Mekarsari Tepus selama Tahun Buku 2025. Forum ini
sekaligus menjadi ruang musyawarah antar kalurahan dalam menilai capaian
kinerja usaha, tata kelola keuangan, serta merumuskan arah kebijakan
pengembangan BUMDesma ke depan.
Berdasarkan
laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh pengelola, BUMDesma Mekarsari
Tepus mencatat total pendapatan Tahun Buku 2025 sebesar Rp2.040.259.362, dengan
realisasi beban usaha sebesar Rp1.145.038.531. Dari kinerja tersebut, BUMDesma
berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp793.398.066. Laba
bersih tersebut dialokasikan dalam bentuk laba ditahan (pemupukan modal)
sebesar Rp396.708.066 dan laba yang dibagikan sebesar Rp396.690.000.
Direktur BUMDesma Mekarsari Tepus LKD dalam paparannya menjelaskan bahwa laba yang dibagikan sebagai bagian milik bersama masyarakat sebesar Rp376.690.000 dialokasikan untuk berbagai kegiatan strategis, antara lain:
- Kegiatan sosial kemasyarakatan dan bantuan Rumah Tangga Miskin (RTM) sebesar Rp185.000.000
- Pengembangan kapasitas kelompok SPP/UEP sebesar Rp110.000.000
- Peningkatan kapasitas pengelola BUMDesma sebesar Rp15.000.000
- Promosi produk BUMDesma sebesar Rp23.414.000
- Dukungan sponsorship kegiatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kapanewon Tepus sebesar Rp43.276.000
Selain
itu, BUMDesma juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kalurahan
(PAKal) sebesar Rp20.000.000.
Dari
sisi struktur pendapatan, BUMDesma Mekarsari Tepus masih didominasi oleh unit
usaha simpan pinjam, khususnya dari jasa piutang Dana Bergulir Masyarakat (DBM)
dan Unit Pengelola Pinjaman (UPP). Meskipun sektor ini mampu memberikan surplus
yang signifikan, forum MAK mencermati adanya tingkat ketergantungan yang cukup
tinggi pada unit usaha tersebut, yang berpotensi menimbulkan risiko apabila
kualitas piutang menurun atau terjadi keterlambatan pengembalian pinjaman.
Berdasarkan
laporan neraca, total aset BUMDesma Mekarsari Tepus tercatat sebesar
Rp11.557.930.592. Kondisi likuiditas dinilai sangat baik, dengan struktur
permodalan yang sehat karena hampir seluruh pembiayaan bersumber dari modal
sendiri. Liabilitas tercatat sangat kecil dan tidak terdapat utang jangka
panjang. Ekuitas yang kuat ini mencerminkan tingkat kepercayaan kalurahan dan
masyarakat terhadap pengelolaan BUMDesma.
Dalam
forum MAK LPJ juga dibahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB)
Tahun 2026 dengan rencana pendapatan sebesar Rp2.082.376.000. Rasio beban
terhadap pendapatan direncanakan sekitar 56,9 persen, yang masih dinilai wajar.
Namun demikian, forum memberikan catatan penting agar pengendalian beban
operasional lebih diperkuat dan diselaraskan dengan capaian kinerja
masing-masing unit usaha.
Sebagai hasil musyawarah, MAK merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain penguatan manajemen dan pengendalian piutang, serta peningkatan kualitas penagihan , diversifikasi unit usaha guna mengurangi ketergantungan pada sektor simpan pinjam, pengendalian beban operasional, serta penguatan tata kelola dan fungsi pengawasan BUMDesma.

0 Komentar