BUMKALMA SUMBARINTEN PONJONG LKD MANTAPKAN TRANSFORMASI USAHA, RAPAT KERJA SEMESTER I 2026 TEKANKAN INOVASI USAHA DAN TATA KELOLA PROFESIONAL

 



Ponjong, 30 Juli 2026 – Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (BUMKalma) Sumbarinten Ponjong LKd terus menunjukkan komitmennya sebagai penggerak ekonomi kawasan perdesaan melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Penyampaian Laporan Semester I Tahun 2026. Forum yang berlangsung di Ruang Rapat BUMKalma Sumbarinten Ponjong LKd ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian kinerja enam bulan pertama sekaligus merumuskan strategi pengembangan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sepuluh Kalurahan di Kapanewon Ponjong. Kegiatan ini juga menjadi wujud akuntabilitas pengelolaan BUMKalma kepada para penasihat, pengawas, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.

Rapat kerja dihadiri oleh Arif Hanafi, S.IP dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Kabupaten Gunungkidul, Etik Sismawati, S.Sos selaku Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ponjong, Slamet, S.Pd., S.H. selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, sepuluh Lurah se-Kapanewon Ponjong sebagai Penasehat BUMKalma, Ketua dan anggota Badan Pengawas, Direktur Drs. Wastana beserta Sekretaris dan Bendahara, Manajer, serta seluruh karyawan BUMKalma.

Kinerja Semester I Menunjukkan Tren Positif

Mengawali rapat, Direktur BUMKalma Drs. Wastana menyampaikan bahwa penyusunan laporan semester merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh pemangku kepentingan. Selama Semester I Tahun 2026 berbagai program kerja telah berjalan sesuai rencana, meliputi penguatan administrasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan pinjaman, pemberdayaan masyarakat, penyehatan kredit bermasalah, hingga pengembangan aset produktif.

Saat ini BUMKalma Sumbarinten Ponjong LKd mengelola empat unit usaha, yaitu UPK-DBM sebagai usaha utama yang melayani pinjaman kelompok SPP dan UEP, Unit Pinjaman Perorangan (UPP), Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan, serta layanan jasa kerja sama dengan Bank BPD DIY. Keempat unit usaha tersebut menjadi sumber pendapatan utama sekaligus bentuk pelayanan ekonomi kepada masyarakat di wilayah Kapanewon Ponjong.

Secara finansial, BUMKalma juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Hingga 30 Juni 2026, pendapatan konsolidasi telah mencapai sekitar 48 persen dari target tahunan, dengan laba berjalan sebesar Rp523.929.449,06. Selain itu, nilai total aset BUMKalma telah mencapai Rp15.830.390.848,88, mencerminkan kemampuan lembaga dalam menjaga pertumbuhan aset serta memperkuat kapasitas usaha sebagai lembaga ekonomi antar-kalurahan.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pengelola, pengawas, dan dukungan para penasihat. Namun kami menyadari bahwa tantangan ke depan semakin besar sehingga BUMKalma harus terus berbenah agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Drs. Wastana.

Siapkan Toko Pakan Ternak sebagai Unit Usaha Baru

Tidak hanya menyampaikan capaian kinerja, Direktur BUMKalma juga memaparkan rencana strategis pengembangan usaha yang akan menjadi prioritas pada Semester II Tahun 2026. Salah satunya adalah pembangunan toko pakan ternak di atas lahan yang telah menjadi aset milik BUMKalma.

Menurut Wastana, lahan yang telah berhasil diakuisisi tersebut tidak hanya akan dipertahankan sebagai aset tetap, tetapi akan dimanfaatkan secara produktif melalui pembangunan gedung toko untuk mendukung pengembangan unit usaha baru.

"Tanah yang telah menjadi aset BUMKalma harus mampu menghasilkan nilai tambah. Rencana kami adalah membangun toko pakan ternak di lokasi tersebut sehingga aset yang dimiliki benar-benar produktif dan mampu meningkatkan pendapatan lembaga," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemilihan usaha pakan ternak bukan tanpa pertimbangan. Kapanewon Ponjong merupakan salah satu wilayah dengan potensi peternakan yang besar di Kabupaten Gunungkidul. Hampir seluruh kalurahan memiliki kelompok peternak yang membutuhkan pasokan pakan secara berkelanjutan sehingga peluang pasarnya dinilai sangat menjanjikan.

"Kami memilih usaha pakan ternak karena sesuai dengan karakteristik wilayah Ponjong. Jumlah peternak tersebar merata di seluruh kalurahan sehingga kebutuhan pakannya stabil sepanjang tahun. Selain itu, perdagangan pakan ternak memiliki risiko usaha yang relatif kecil sehingga sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai unit usaha baru BUMKalma," tambah Wastana.

Rencana tersebut mendapat apresiasi dari peserta rapat karena dinilai sejalan dengan semangat transformasi BUMKalma, yaitu mengembangkan usaha riil yang berbasis pada potensi ekonomi lokal dan kebutuhan masyarakat.

Pengawas: Jaga Disiplin dan Tekan Angka Kemacetan

Pada sesi berikutnya, Ketua Badan Pengawas Drs. H. Kapeyono menyampaikan laporan hasil pengawasan Semester I Tahun 2026. Ia mengapresiasi pelaksanaan program kerja yang berjalan sesuai rencana, kedisiplinan pegawai, serta tertib administrasi yang terus mengalami perbaikan. Namun demikian, Badan Pengawas masih memberikan perhatian serius terhadap tingginya tunggakan pinjaman yang sebagian dipengaruhi oleh rendahnya disiplin kelompok pemanfaat dan adanya penyalahgunaan dana oleh oknum pengurus kelompok.

"Pengawasan bukan hanya memastikan administrasi berjalan tertib, tetapi juga memastikan setiap persoalan dapat ditangani sejak dini. Penanganan kredit bermasalah membutuhkan komitmen seluruh organ BUMKalma agar kualitas aset tetap terjaga," tegas Drs. H. Kapeyono.

Pemerintah Dorong BUMKalma Menjadi Motor Pengembangan Ekonomi Kalurahan

Dalam arahannya, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ponjong, Etik Sismawati, S.Sos, mengingatkan agar seluruh pengelola BUMKalma terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta melaksanakan seluruh kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, AD/ART, dan SOP yang berlaku.

Sementara itu, Arif Hanafi, S.IP dari DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih BUMKalma Sumbarinten Ponjong LKd. Menurutnya, keberhasilan memperoleh laba dan menjaga pertumbuhan aset merupakan modal penting untuk mengembangkan usaha yang lebih besar.

Namun ia mengingatkan bahwa transformasi UPK eks PNPM Mandiri Perdesaan menjadi BUMKalma tidak boleh berhenti pada pengelolaan dana bergulir semata.

"Transformasi BUMKalma harus dimaknai sebagai transformasi cara berpikir. BUMKalma tidak cukup hanya mengelola pinjaman, tetapi harus mampu mengembangkan usaha yang memanfaatkan potensi kalurahan. Capaian kinerja yang baik harus terus ditingkatkan dengan membaca peluang usaha baru dan tidak lelah menyelesaikan persoalan kemacetan yang masih menjadi tantangan," ujar Arif Hanafi.

Ia juga menegaskan bahwa DPMKP2KB akan memberikan umpan balik terhadap laporan semester sebagai bagian dari fungsi pembinaan agar kualitas tata kelola BUMKalma semakin baik.

TAPM: Diversifikasi Usaha Menjadi Agenda Strategis

Pada sesi akhir rapat, TAPM Kabupaten Gunungkidul, Slamet, S.Pd., S.H., menyampaikan hasil evaluasi terhadap Laporan Semester I Tahun 2026. Berdasarkan hasil telaah, secara umum BUMKalma Sumbarinten Ponjong LKd memiliki kondisi kelembagaan yang sehat dengan capaian usaha yang positif. Meski demikian, beberapa aspek masih perlu diperkuat, antara lain penanganan kredit bermasalah, penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan percepatan diversifikasi usaha.

Dalam evaluasinya, TAPM merekomendasikan agar BUMKalma menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan usaha berbasis potensi lokal, memperkuat sistem manajemen risiko, memperluas kemitraan dengan pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan dunia usaha, serta mengoptimalkan aset produktif yang telah dimiliki.

"BUMKalma memiliki fondasi kelembagaan yang kuat. Tantangan berikutnya adalah mengembangkan usaha riil agar tidak hanya bergantung pada jasa keuangan. Dengan potensi pertanian, peternakan, UMKM, serta peluang menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis, BUMKalma memiliki ruang yang sangat besar untuk tumbuh menjadi pusat layanan ekonomi kawasan," ungkap Slamet.

Komitmen Bersama Menuju BUMKalma yang Lebih Mandiri

Rapat kerja ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadikan hasil evaluasi Semester I Tahun 2026 sebagai dasar penyusunan program kerja Semester II. Penguatan tata kelola, percepatan pengembangan unit usaha produktif, penyelesaian kredit bermasalah, serta peningkatan kemitraan menjadi fokus utama agar BUMKalma Sumbarinten Ponjong LKd mampu memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi antar-kalurahan.

Dengan modal aset yang terus tumbuh, dukungan penuh dari pemerintah, serta komitmen seluruh organ kelembagaan, BUMKalma Sumbarinten Ponjong LKd diharapkan mampu membuktikan bahwa transformasi dari UPK eks PNPM Mandiri Perdesaan bukan sekadar perubahan nama kelembagaan, melainkan transformasi menuju lembaga ekonomi desa yang profesional, inovatif, mandiri, dan berkelanjutan, yang mampu mengelola potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kapanewon Ponjong.

 

Pewarta:

ki-slamet (tapm gunungkidul)


Posting Komentar

0 Komentar